Belajar Leadership dan Bahasa Mandarin Langsung dari Lapangan: Cerita Mbak Nunik di Yifang
August 7, 2025
Belajar Leadership dan Bahasa Mandarin Langsung dari Lapangan: Cerita Mbak Nunik di Yifang
Nunik Susilowati tak pernah menyangka bahwa kemampuannya dalam Bahasa Mandarin akan membuka jalan karier yang luar biasa. Lima tahun yang lalu, ia bergabung dengan Yifang Group, perusahaan perakitan smartphone dan motor listrik asal Tiongkok yang berkembang pesat di Indonesia. Kini, ia menjabat sebagai Supervisor Quality Control (QC) dan membawahi lebih dari 700 orang anggota tim.
Kisah perjalanan Mbak Nunik menjadi contoh nyata bagaimana bahasa bisa menjadi jembatan awal untuk berkontribusi lebih besar, dan bagaimana keberanian untuk belajar bisa menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejati.
Dari Niat Belajar Bahasa, Menjadi Pemimpin Tim Besar
Awalnya, motivasi Mbak Nunik sederhana: ia ingin mengasah Bahasa Mandarin yang telah ia pelajari di bangku sekolah. Namun, ia segera menyadari bahwa dunia kerja berbeda dengan pelajaran di kelas. Ia menghadapi tantangan dalam membedakan nada (tones) yang sangat memengaruhi arti kata.
Salah satu pengalaman lucunya adalah ketika ia tidak sengaja mengucapkan kata wěn (cium) alih-alih wèn (tanya) saat berbicara dengan atasan. Alih-alih patah semangat, Mbak Nunik menjadikan pengalaman tersebut sebagai titik balik untuk belajar langsung dari rekan kerja native speaker.
“Saya sadar, makin banyak saya belajar, makin luas pula peran yang bisa saya ambil,” ujarnya.
Leadership Bukan Jabatan, Tapi Tanggung Jawab
Seiring waktu, Mbak Nunik dipercaya memimpin tim QC lintas daerah dan membina lebih dari 25 leader lainnya. Perannya mencakup tidak hanya pengawasan standar kualitas, tapi juga pembinaan karakter kerja.
“Kita harus bisa jadi jembatan. Kadang ada gap komunikasi antara atasan dari Tiongkok dan tim lokal. Tapi justru di situlah peran saya dibutuhkan,” jelasnya. Ia dikenal tegas; baginya kualitas bukan hanya soal produk, tapi juga kebiasaan kerja yang disiplin.
Intrapreneurship: Berkembang dari Dalam
Hal yang membedakan Mbak Nunik adalah sikap intrapreneurship—semangat bertindak seperti pemilik bisnis walau bekerja sebagai karyawan. Ia aktif terlibat dalam:
- Program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke)
- Kontrol Mutu (Quality Control)
- Pelatihan Internal untuk anggota tim baru.
Ia percaya bahwa setiap karyawan bisa berkembang jika mau mengambil tanggung jawab lebih dan tidak hanya menunggu perintah.
Pesan untuk Generasi Muda: Belajar, Berani, Bertumbuh
Di akhir wawancara, Mbak Nunik menitipkan pesan kuat untuk generasi muda: semangat dan niat. Tanpa keduanya, mustahil bisa bertahan dan berkembang di perusahaan dengan ritme cepat seperti Yifang.
“Kalau gak niat, mending di rumah saja,” ucapnya jujur. Ia menjadi bukti bahwa dengan niat belajar, siapa pun bisa naik level—dari sekadar penerjemah, menjadi pemimpin yang berdampak.
SIAP BERPIKIR SEPERTI INTRAPRENEUR? Punya skill Mandarin? Ingin lebih dari sekadar bantu translate? Yifang Academy membuka pintu untuk kamu yang ingin belajar langsung dari sistem perusahaan Tiongkok dan naik level dari dalam.
- Kami latih.
- Kami bimbing.
- Kamu buktikan kontribusimu.
Isi form ini dan dapatkan akses ke program karier intrapreneur — GRATIS: https://bit.ly/4lu5uRj
Tonton video lengkap perjalanan Mbak Nunik di YouTube: www.youtube.com/@yifangacademy