Panduan Lengkap Pelafalan 6 Konsonan Mandarin yang Sering Keliru
August 14, 2025
Panduan Lengkap Pelafalan 6 Konsonan Mandarin yang Sering Keliru
Bahasa Mandarin adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Tidak hanya berguna untuk komunikasi sehari-hari, kemampuan berbahasa Mandarin juga semakin menjadi nilai tambah di dunia kerja, terutama bagi mereka yang ingin berkarier di perusahaan Tiongkok. Salah satu aspek penting dalam mempelajari bahasa ini adalah pelafalan yang tepat.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 6 konsonan lanjutan dalam bahasa Mandarin yang sering membuat pelajar bingung, yaitu G, K, H, J, Q, dan X.
1. Konsonan G – Dibaca “Ke”
Huruf G dalam pinyin dibaca sebagai ke (k,e). Perlu diingat bahwa pelafalan ini berbeda dengan huruf “g” dalam bahasa Indonesia. Suaranya lebih lembut dan keluar dari tenggorokan, tanpa hembusan napas berlebih.
- Contoh kata: 哥 (gē) yang berarti “kakak laki-laki”.
2. Konsonan K – Dibaca “Khe” (Aspirasi)
Huruf K dibaca sebagai khe (k,h,e) dengan hembusan napas yang jelas. Saat mengucapkannya, bayangkan seperti menghembuskan udara ke depan. Hembusan ini menjadi pembeda utama antara G dan K.
- Contoh kata: 可 (kě) yang berarti “boleh” atau “dapat”.
3. Konsonan H – Dibaca “He”
Huruf H dalam pinyin dibaca he (h,e) dengan suara yang keluar dari tenggorokan. Berbeda dengan “h” bahasa Indonesia yang cenderung ringan, pelafalan Mandarin untuk huruf ini sedikit lebih berat dan terdengar seperti ada gesekan udara di tenggorokan.
- Contoh kata: 喝 (hē) yang berarti “minum”.
4. Konsonan J – Dibaca “Ci”
Huruf J dalam pinyin dibaca seperti “ci” dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan lidah yang menempel di langit-langit mulut bagian depan. Suaranya mirip dengan “jee” dalam bahasa Inggris, namun lebih datar dan tanpa hembusan napas.
- Contoh kata: 几 (jǐ) yang berarti “berapa”.
5. Konsonan Q – Dibaca “Chi” (Aspirasi)
Huruf Q dibaca chi (c,h,i) dengan hembusan napas yang kuat. Perbedaannya dengan huruf J adalah pada aspirasi atau hembusan udara yang lebih jelas ketika mengucapkannya.
- Contoh kata: 七 (qī) yang berarti “tujuh”.
6. Konsonan X – Dibaca “Si”
Huruf X dalam pinyin dibaca si dengan posisi lidah mendekati langit-langit mulut bagian depan. Suaranya terdengar lembut, tidak sekeras “s” dalam bahasa Indonesia.
- Contoh kata: 西 (xī) yang berarti “barat”.
Tips Praktis: Tes Tisu untuk Huruf K dan Q
Salah satu cara unik untuk memeriksa apakah pelafalan huruf K dan Q Anda sudah benar (memiliki aspirasi) adalah dengan menggunakan tes tisu:
- Ambil selembar tisu tipis.
- Letakkan tisu di depan mulut Anda (jarak sekitar 5-10 cm).
- Ucapkan huruf K atau Q sesuai aturan pinyin.
- Jika tisu bergerak/tertiup karena hembusan napas, artinya pelafalan Anda sudah benar.
Pentingnya Pelafalan yang Tepat di Dunia Kerja
Menguasai pelafalan dengan benar memberikan dampak besar dalam membangun citra profesional. Ketika bekerja bersama tim Tiongkok, pelafalan yang akurat menunjukkan keseriusan kita dalam mempelajari budaya mereka. Hal ini meningkatkan rasa percaya dan memudahkan koordinasi teknis di lapangan.
Dari Penerjemah ke Intrapreneur: Peluang di Yifang Academy Jika Anda memiliki kemampuan bahasa Mandarin dan ingin berkembang lebih dari sekadar penerjemah, Yifang Academy menyediakan program untuk naik level:
- Memahami budaya kerja Tiongkok secara langsung.
- Mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya.
- Meningkatkan peluang karier sebagai intrapreneur.
Daftar program karier intrapreneur gratis di sini: https://bit.ly/4lu5uRj
Tonton video lengkap Belajar Bahasa Mandarin di channel YouTube kami: www.youtube.com/@yifangacademy
Kesimpulan
Enam konsonan lanjutan — G, K, H, J, Q, dan X — adalah pondasi penting. Dengan latihan konsisten menggunakan metode tes tisu, lidah Anda akan terbiasa menghasilkan bunyi yang natural. Ingat, kemampuan bahasa adalah kunci, tapi sikap profesional adalah yang membawa Anda melangkah lebih jauh di perusahaan Tiongkok.